Terjadinya Gangguan Psikologis Akibat Pengaruh Teknologi

Haii Smader…
Pada zaman sekarang ini sudah sangat berkembangnya teknologi dan sosial media. Telah banyak manfaat yang dapat kita rasakan dengan adanya teknologi. Salah satunya contohnya ialah mempermudahnya komunikasi. Akan tetapi, segala sesuatu yang berkembang sering kali memiliki efek negatif, jika kita tidak cukup bijak dalam memanfaatkan segala kemudahannya itu.
Jika terlalu berlebihan menggunakan teknologi atau media sosial bisa memicu terjadinya gangguan psikologis. Hal tersebut diakibatkan karena pengaruh pergaulan sosial yang sangat berubah, maupun penggunaan teknologi tanpa membatasi diri. Media sosial dan teknologi dapat menyebabkan memburuknya gangguan-gangguan yang memang sudah dialami oleh seseorang.
Nah, berikut ini ialah beberapa gangguan psikologis yang bisa diakibatkan kemajuan teknologi :
1. Anti sosial
Pada ilmu kejiwaan, anti sosial juga disebut dengan schizoid, yang mana memiliki artian yang sangat luas. Tetapi, jika dikaitkan dengan pengaruh dari teknologi ataupun media sosial, dapat diartikan sebagai gangguan kepribadian yang cenderung dalam menghindari hubungan dengan orang lain. Jika seseorang mempunyai kecenderungan terhadap anti sosial, maka kecanduan terhadap media sosial bisa memperburuk kondisi psikologisnya. Si penderita akan lebih seringnya berinteraksi di dunia maya dan membuat kontak sosial di masyarakat akan semakin berkurang. Si penderitanya akan lebih mudah nyaman untuk menyendiri. Hal seperti itu tentunya akan mengakibatkan kesulitan dalam interaksi langsung, dan dapat mengganggu kehidupan sosial mereka.

2. Megalomania
Megalomania merupakan obsesi yang berlebihan terhadap diri nya sendiri. Penderita gangguan megalomania ini, ia merasa menjadi seseorang yang begitu hebat dan ia selalu ingin menjadi pusat perhatian orang. Penderita ini sangat menginginkan pujian dari orang lain dan rasa hormat, juga cenderung meremehkan lingkungan sekitar.
Dengan adanya media sosial dapat menjadikan tempat bagi seseorang unjuk diri. Dan megalomania adalah manifestasi ekstrem dari sindrom narsisme, yang dapat diperparah karena berlebihnya dalam penggunaan media sosial. Penderita ini akan lebih terobsesi pada penilaian orang lain dan dapat juga mengalami depresi, jika penderitanya tidak mendapatkan penilaian yang seperti mereka inginkan.

3. Anoreksia dan Bulimia Nervosa
Anoreksia dan Bulimia Nervosa adalah gangguan perilaku makan, namun memiliki perbedaan dalam gejalanya. Jika bulimia lebih menginginkan bentuk tubuh yang normal dan sebaliknya anoreksia yaitu menginginkan bentuk tubuh yang terlalu kurus. Penderita bulimia cenderung mempunyai bentuk tubuh lebih normal jika dibandingkan anoreksia. Hal itu dilakukan dengan cara makan sangat sedikit, atau makan banyak tetapi kemudian makanan itu akan dimuntahkan kembali.
Maraknya body shaming di media sosial, bisa menjadi pemicu seseorang mengalami gangguan tersebut, karena seseorang akan cenderung terpengaruh pada komentar orang lain terhadap diri penderitanya. Karena Sugesti terhadap bentuk tubuh ideal itulah yang menyebabkan seseorang lebih terobsesi. Hal seperti itu tentu bukan hanya tidak baik bagi psikologis, tetapi juga mengganggu kesehatan fisik penderitanya.

4. Nomophobia
Nomophobia merupakan singkatan dari No Mobilephone Phobia, ialah penyimpangan psikologi yang dipengaruhi oleh ketergantungan seseorang terhadap smartphonenya. Penderita ini akan merasakan kecemasan yang begitu berlebihan apabila mereka terpisah dari gadget yang dimilikinya.
Fenomena nomophobia pertama kali teridentifikasi pada 2008. Hal ini tentu saja merupakan pengaruh dari kemajuan teknologi sekarang ini. Bahaya dari nomophobia sendiri yaitu penderitanya akan lebih sering menghabiskan banyak waktunya dengan gadget, sehingga waktu sosial menjadi berkurang. Tentunya hal ini sangat mengganggu hubungan sosial dan juga waktu produktif bagi penderitanya.

5. Gaming Disorder
Adapun yang terakhir ini ialah kecanduan bermain gim disebut dengan gaming disorder. Gangguan seperti ini memiliki gejala utama, yaitu lebih memprioritaskan bermain gim daripada aktivitas yang lainnya. Biasanya, gangguan ini berlangsung dalam jangka waktu yang lumayan lama dan intensitas sering. Efek negatif yang timbul oleh pecandu gim ialah kesehatan fisik yang terganggu, juga kehilangan waktu untuk interaksi sosial. Sudah ada beberapa kasus kematian yang telah terjadi disebabkan karena terlalu lama bermain gim. Hal tersebut bisa diakibatkan oleh pembekuan darah, maupun kurang gizi karena sering terlambat makan, dan juga kecapean.

Perlu kita renungi lagi dan berpikir bijak dan cerdas dalam menggunakan yang tidak berlebihan, akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi kehidupan kita. Pengaruh positif maupun negatifnya, semua itu akan kembali pada diri kita masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Proudly powered by WordPress | Theme: Baskerville 2 by Anders Noren.

Up ↑